Inilah Tempat Wisata yang Menjadi Bukti Evolusi Dunia

06 Mar 2018

Evolusi merupakan perkembangan yang terjadi secara bertahap dari bentuk yang sederhana sampai yang rumit. Fenomena ini meninggalkan bukti nyata yang dapat kita jumpai di sejumlah tempat di dunia. Bahkan, tempat-tempat tersebut dinilai memiliki daya tarik tersendiri bagi wisatawan lokal dan mancanegara sehingga dijadikan sebagai tempat wisata. Berikut ini adalah beberapa tempat wisata bersejarah yang menjadi bukti evolusi dunia. Yuk, simak ulasannya di bawah ini!

Monumen Meteorit, Indonesia
Pada 11 Mei 2001, fenomena alam yang langka terjadi di Kabupaten Temanggung, sebuah daerah di Jawa Tengah. Sekitar pukul 9 pagi, terdengar suara dentuman keras berasal dari meteorit yang jatuh menghantam Desa Wonotirto. Sebagai penanda peristiwa langka tersebut, sebuah Monumen dibuat tepat di titik jatuhnya meteorit dan diresmikan pada Februari tahun 2002 dengan nama Monumen Meteorit. Museum Rekor Indonesia (MURI) memberi penghargaan kepada Monumen ini sebagai satu-satunya monumen tempat jatuhnya meteorit di Indonesia.

Situs Sangiran, Indonesia
Situs Sangiran di Sragen dan Karanganyar ditemukan pertama kali oleh Gustav Heinrich Ralp Von Koenigswald, seorang geolog dan paleontology asal Jerman. Pada tahun 1936, Gustav menemukan delapan manusia Homo Erectus di lapisan tanah berusia antara 1,5 hingga 1,9 juta tahun silam. Tahun 1996, situs ini menjadi salah satu situs warisan dunia dari UNESCO. Menurut Balai Pelestarian Situs Manusia Purba Sangiran, sampai akhir tahun 2017 sudah ditemukan 120 individu manusia purba Sangiran, atau 50 persen dari populasi Homo Erectus yang ada di dunia.

Taman Nasional Bunurong, Australia
Pada tahun 2006, beberapa palaeontologis dari Museum Victoria dan Universitas Monash menemukan jejak kaki Dinosaurus dari jenis Theropoda pada permukaan batu pasang di Taman Nasional Bunurong, bagian tenggara kota Melbourne, Australia. Salah satu area Taman Nasional Bunurong yang disebut Flat Rocks menjadi lokasi penelitian para ilmuwan zaman pra-sejarah dari seluruh dunia.

Taman Varginha, Brazil
Kota Varginha yang berjarak 300 km dari Sao Paulo di Brasil sering disebut sebagai lokasi penampakan pesawat UFO dan alien. Menurut beberapa saksi mata, kejadian penampakan UFO dan alien ini pertama kali terjadi pada 20 Januari 1996. Mereka melihat makhluk asing dengan tinggi sekitar 1,6 meter, berkepala besar dengan bentuk segitiga dan tiga buah tanduk pendek di atasnya, bertubuh sangat kurus, berkulit coklat, bermata merah besar dan lonjong. Sebuah menara berbentuk UFO pun dibangun di tengah taman kota Varginha sebagai simbol insiden penampakan UFO.

Stonehenge, Inggris
Stonehenge merupakan salah satu peninggalan masa lalu yang menjadi tujuan wisata bagi turis dari seluruh penjuru dunia. Berlokasi sekitar 80 mil di sisi barat daya London, kawasan Stonehenge dipenuhi pilar-pilar batu ikonik. Setiap tahunnya, sekitar 20.000 sampai 30.000 orang dari berbagai kepercayaan menghadiri festival yang menandai hari terpanjang dalam satu tahun pada tanggal 21 Juni, yang sekaligus menandai dimulainya musim panas.

Colosseum, Roma
Colosseum merupakan salah satu dari 7 keajaiban dunia yang dibangun pada tahun 72 Masehi oleh Kaisar Romawi, Vespasian. Terletak di kawasan Roma kuno, Colosseum menjadi amphitheater terbesar di dunia yang dapat menampung hingga 50.000 penonton. Colosseum menjadi pusat pertarungan para gladiator saat bertarung sampai mati dengan gladiator lainnya atau untuk perburuan binatang liar dari Afrika dan Timur Tengah. Walau dikenal sebagai arena pertarungan gladiator yang brutal dan sadis, Colosseum yang kini pun hanya tinggal reruntuhan telah menjelma menjadi salah satu destinasi wisata yang paling banyak dikunjungi turis pada saat berlibur di Roma.

Sphinx Giza
Mesir Patung singa berkepala manusia atau yang dikenal dengan nama Sphinx telah berdiri selama 4.500 tahun di padang pasir, negara Mesir. Pada abad ke-15 dan 17 Masehi, patung ini kehilangan hidung dan janggut karena dipahat oleh warga lokal yang percaya bahwa bagian tubuh Sphinx dapat meningkatkan panen. Selain itu, patung Sphinx juga pernah terkena meriam yang dikirim oleh pasukan Napoleon yang saat itu sedang menjajah negara Mesir. Pada abad ke-19 Masehi, patung ini tertimbun pasir hingga menyisakan bagian mukanya saja. Namun, Pemerintah Mesir menggalinya kembali mulai tahun 1925 sampai 1936.

Referensi: Google.com