Komunitas Topi Bambu, Penjaga Peninggalan Kota Tangerang

25 Sep 2018

Sesuai dengan namanya Topi Bambu merupakan topi yang dirangkai menggunakan anyaman bambu. Mungkin banyak yang tidak menyadari bahkan lupa bahwa Topi Bambu merupakan salah satu ikon dari Kabupaten Tangerang. 

Kerajinan Topi Bambu telah menjadi khas kebudayaan Kabupaten Tangerang sejak era tahun 1800 sampai awal tahun 1900an. Dijaman Hindia Belanda, produk Topi Bambu ini sangat populer bahkan sampai ke Eropa dan Amerika (umumnya di Amerika Latin), bahkan konon pemasarannya pernah merajai pasar di Negara Prancis.

Kini, sayangnya hanya tinggal sedikit tempat penjualan kerajinan Topi Bambu yang tersisa. Salah satunya terdapat di sebuah galeri daerah Cikupa, Tangerang. Galeri ini dikelola para Komunitas Topi Bambu Tangerang, yang di pimpin oleh Agus Hasanudin sebagai ketua komunitas ini. 

Awal terbentuknya komunitas Topi Bambu ini sendiri karena para anggotanya memiliki visi yang sama, yaitu ingin menyelamatkan salah satu ikon asli Kabupaten Tangerang. Untuk meregenerasi agar kerajinan Topi Bambu ini tetap di lestarikan, berbagai kegiatan pun dilakukan seperti memberikan pelatihan atau workshop kepada anak-anak sekolah. Tidak berhenti di situ, komunitas ini turut membuka peluang pemasaran Topi Bambu melalui bisnis online. Agus Hasanudin mengatakan, dengan menjual secara online sudah beberapa kali ia berhasil memasarkan produknya hingga ke Jepang.