Tips Memilih Sekolah Sesuai Karakter Anak

01 May 2017

Tak terasa tahun ajaran baru akan dimulai beberapa bulan lagi. Namun, perisapan untuk memilih sekolah terutama bagi si kecil yang baru pertama kali masuk di bangku sekolah pasti sudah mulai dipikirkan oleh para orang tua. Tentunya, Anda tak lagi hanya mendengar nama sekolah negeri dan sekolah swasta. Saat ini banyak ragam sekolah yang bisa menjadi referensi bagi para orang tua, seperti sekolah unggulan, sekolah internasional, sekolah berbasis agama, sekolah dengan asrama, sekolah alam, sekolah bilingual, atau kombinasi antara dua dan tiga kategori yang di tawarkan oleh beberapa sekolah. Lantas, mana yang harus dipilih untuk menyesuaikan dengan karakter anak Anda? Mengingat begitu banyaknya penawaran dari beberapa sekolah, berikut ini beberapa tips yang mungkin dapat membantu Anda mengambil keputusan untuk menentukan sekolah bagi buah hati Anda :

  1. Sebagai orang tua kita perlu mengingat bahwa masa kanak-kanak adalah masa bermain. Jadi, jangan terlalu dini memaksakan pendidikan yang terlalu serius bagi anak, agar masa bermainnya tidak terenggut. Pendidikan untuk anak di bawah usia lima tahun (balita) tak harus selalu berupa pendidikan formal. Playgroup atau taman bermain, prasekolah maupun TK seharusnya hanya menjadi fasilitator dalam menstimulasi perkembangan anak, baik fisik (motorik kasar maupun halus), mental (kognitif), emosi, sosial, dan kemampuan berbahasanya.
  2. Pilih sekolah yang para pengajarnya memiliki unconditional love yang dimana para guru di sekolah itu bisa menerima setiap anak apa adanya, dan bisa mengembangkan lingkungan dengan kedisiplinan ke arah positif. Sekolah tidak menuntut anak di luar kemampuannya, berusaha mengerti anak, dan mendorong anak untuk bisa dan bangga atas kemampuannya sendiri. Tidak harus bisa menghafal dan mengerjakan tugas rumah dengan benar, tetapi kemampuan anak bisa diukur dalam bentuk lain seperti berani berinteraksi dengan orang baru, dan juga menumbuhkan sifat toleransi sesama teman.
  3. Sekolah yang menggunakan konsep belajar melalui pengalaman (experiential learning), memberikan stimulasi pada anak melalui pengalaman bermain dan eksplorasi langsung terhadap lingkungan di sekitarnya. Biasanya konsep seperti ini bisa ditemukan di sekolah-sekolah alam.
  4. Ada pula sekolah yang mengedepankan konsep belajar aktif (active learning), dengan melatih anak untuk selalu kreatif dengan menciptakan berbagai kreasi dari benda-benda di sekitarnya. Perlu anda ketahui bahwa sekolah yang baik adalah yang bisa mendorong kemandirian anak, dan mengembangkan kemampuan sosial maupun kematangan emosinya sedari dini.
  5. Bagaimana dengan soal bahasa? Benarkah sekolah bilingual lebih baik? Ternyata sampai sekarang para ahli masih memperdebatkan efektivitas mengajarkan konsep dua bahasa (bilingual) pada masa golden age anak (sampai usia 5 tahun). Bila anak tepat waktu dalam perkembangan bahasanya, kemungkinan besar ia tidak akan mengalami telat dalam proses bicara. Dan bagi anak yang perkembangan bicaranya sudah baik, maka bersekolah di sekolah bilingual tidak akan jadi masalah. Sebaliknya, bila tahapan dalam perkembangan bicara itu tidak muncul di usia yang tepat, bahasa asing yang harus dia serap selain bahasa ibu, bisa jadi malah membuat ia telat bicara di karenakan bingung dalam mencerna bahasa yang digunakan.